Top Menu

Bebaskan Inspirasi, Ikuti Go Ahead Challenge

Visual Art

Indonesia memiliki banyak talenta-talenta muda yang bisa membuat sebuah karya seni yang bukan hanya bagus namun berbeda ahkan sudah diluar nalar manusia.

Untuk mewadahi banyak anak muda kreatif di Indonesia Amild membuka wadah untuk mereka berupa kompetisi Go Ahead Challenge. GAC yang dimulai pada tahun 2014 lalu selalu melahirkan talenta-talenta muda yang bisa menjadi inspirasi berkarya anak muda lainnya.

GAC merupakan kompetisi lintas genre, disana ada kompetisi music sampai dengan visual art hingga yang lainnya. Para finalis nantinya juga akan mendapatkan mentor dan dibekali dengan berbagai keahlian yang bisa membuat pengalaman hingga pengetahuan berkesian mereka bertambah pesat.

Tahun 2019, Sejumlah inspirasi melalui karya seni dihadirkan dalam festival Soundrenaline 2019 di GWK, Bali. Tidak hanya penampilan musik yang mampu membuai para pengunjung, namun beberapa instalasi seni berskala besar tampak menyedot perhatian insan kreatif yang memadati venue.
Karya bertajuk Tapi Jadi Epik ‘The Monument’ besutan Uji ‘Hahan’ Handoko menjadi salah satu dari 17 kolaborator yang juga memberikan ruang untuk karya kolaborasi dari para finalis kompetisi kreatif Go Ahead Challenge 2019. Instalasi karya para finalis Go Ahead Challenge dipamerkan dalam 3 grup dari ketiga passion-field music, video fotografi dan visual art yang masing-masing berjudul ‘Siska’, ‘Kursi Perspektif’, dan ‘Deep Lymbic System’.

Setiap karya menyampaikan respons atas keraguan atau masalah yang timbul baik dari internal maupun eksternal. Kisah masing-masing dituangkan melalui berbagai teknik dan elemen berbeda seperti teknik kolase, hologram, instrumen musik, serta media lain yang mampu memberikan pengalaman berkesan bagi setiap pengunjung yang menikmati karya tersebut.

Dalam panggung yang sama, diumumkan tiga pemenang Go Ahead Challenge dari masing-masing passion-field. Mereka pun mendapatkan kesempatan eksplorasi karya di New York bersama Lucky Kuswandi, di Venice bersama Naufal Abshar, dan di Korea Selatan bersama Widi Puradiredja. Ditambah satu pemenang grup favorit hasil vote pengunjung pameran Go Ahead Challenge di area instalasi karya Tapi Jadi Epik.

Pada gelaran GAC tahun 2019 ini, semua karya yang masuk akan diseleksi oleh curator yang sudah berkompetensi dibidangnya masing masing, Mereka adalah Widi Puradiredja, drummer dari grup Maliq & D’essentials yang juga berperan aktif sebagai produser musik, Lucky Kuswandi – sutradara film “Galih & Ratna”, Naufal Abshar – seniman visual yang merupakan lulusan dari LASALLE College of the Arts dan Goldsmith University di London.

GAC merupakan program pertama yang memberi inspirasi dan pengalaman untuk para insan kreatif dan pencinta seni  sebagai suatu ajang pencarian bakat di bidang Musik, Style, Fotografi, dan Visual Art. Dalam acara kompetisi music pertama ini, hasilnya sungguh sangat memuaskan, dengan ter-‘submit’nya lebih dari ribuan karya dari berbagai gaya dan skill dari musisi muda tanah air.

Post a Comment

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates